• Senin, 18 Mei 2020
  • Sekretaris Desa Leksana
  • Covid-19
  • di baca : 210 kali

DESA LEKSANA BEBAS COVID-19

Leksana - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa dikenal dengan nama Covid-19 memang sungguh luar biasa dampaknya diseluruh dunia, tak terkecuali untuk Desa Leksana. Sebuah Pandemi Virus mematikan yang pertama kali ditemukan di Provinsi Wuhan Cina pada akhir tahun 2019 ini sudah menyebar ke lebih dari 200 negara, dan menjangkit tak kurang dari 4 juta orang serta menewaskan lebih dari 300 ribu jiwa dalam 6 bulan.

Selain menimbulkan korban jiwa, virus yang diduga berasal dari kelelawar ini juga meluluhlantahkan tatanan dunia, menghancurkan perekonomian dunia, serta yang paling menakutkan adalah dampak sosial dari virus ini. Bagaimana tidak, Covid-19 mampu membuat manusia harus menjaga jarak 1 meter - 2 meter, menghindari kerumunan, mengurangi aktifitas di tempat-tempat ibadah dan tempat umum,  dan tentunya masih banyak hal-hal yang harus kita lakukan yang diluar dari kebiasaan hidup kita.

Bicara tentang dampak sosial, di Desa Leksana tidak dapat dipungkiri bahwa diskriminasi terhadap ODP maupun PDP yang dinyatakan positif baik rapid test maupun swab test sangat terasa. Contoh, keluarga Bapak Tupyan, seorang pensiunan PNS ini mengkarantina diri dan keluarga dirumah selama 1 bulan ketimbang dianggap membuat resah masyarakat di lingkungan sekitar. Husnul yang merupakan anak pertama dari Bapak Tupyan sekitar pertengahan april dinyatakan positif Rapid Test, dan selanjutnya di isolasi di kabupaten untuk tes Swab pertama dan hasilnya positif swab. Alhamdulilah hasil Test Swab ke dua dan ke tiga negatif, sehingga ayah dari 4 orang anak ini bisa kembali pulang kerumahnya. "Semoga dengan pulangnya husnul dari isolasi diri di kabupaten, dan dinyatakan sehat serta bebas corona, masyarakat tidak lagi resah. Dan semoga tidak ada lagi diskriminasi terhadap keluarga bapak tupyan sehingga mereka bisa hidup normal seperti dulu lagi" kata Sekretaris Desa Leksana yang bersama bapak Kepala Desa Leksana melakukan foto bersama keluarga Bapak Tupayan untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa keluarga bapak topyan bebas dari corona.

Hal sama juga berlaku untuk Bapak Sarwan dan keluarga yang selalu mendapatkan hasil negatif di dua rapid test. Pak Sarwan dengan tabah mengatakan bahwa ini merupakan ujian dari Allah SWT pada dia dan keluarganya, semoga ada hikmah dibalik peristiwa ini. Kepala Desa beserta Sekretaris Desa Leksana tak lupa untuk foto bersama menandakan bahwa Bapak Sarwan sekeluarga juga tidak terkena virus corona seperti kabar yang berhembus selama ini.

Terakhir, Kepala Desa Sugeng Mulyanto dan Sekretaris Desa Leksana Indra Susanto mengunjungi keluarga claster magetan yang telah mengkarantina mandiri selama hampir satu bulan di sebuah rumah kosong milik orangtuanya. Tiga gadis muda ini juga dinyatakan negatif rapid test 2 kali dan dinyatakan bebas corono, serta sudah bisa lagi untuk beraktifitas seperti biasa. Foto bersama, menunjukan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan untuk kembali berinteraksi dengan mereka, karena yang kita lawan adalah virusnya, bukan manusiannya. 

Semoga Desa Leksana bebas Covid-19 untuk selamanya, sehingga masyarakat desa bisa melakukan kegiatan-kegiatan sebagaimana mestinya. Leksana, istimewa !!!!