• Senin, 11 Mei 2020
  • Sekretaris Desa Leksana
  • Covid-19
  • di baca : 80 kali

TERUNTUK BAGI YANG MASIH PUNYA QOLBU

Saudaraku...

Hari demi hari penyebaran viruscorona (Covid-19) semakin laju. Data jumlah orang yang terkonfirmasi positifCovid-19 terus bertambah setiap waktu. Namun sayang seribu sayang, masih ada diantara kita yang tak mau tahu. Seakan ancaman virus corona ini hanya dongengorang tempo dulu. Berbagai imbauan, bahkan aturan dari pemerintah takmembuatnya haru. Alih-alih menaati, justru sikap ego dan acuh kuat membelenggu.

Duhai betapa kasihannya saudarakita yang sedang dibelenggu nafsu itu. Jauh dari hidayah kepada jalan yangmenenteramkan qalbu. Terkadang keluar dari lisannya ucapan yang membuat hatipilu, "Nuruti corona gak mbadhok", atau yang semisal itu.

Rupanya nalarnya takmenjangkau. Jika qaddarallah  diatertular virus Corona, bukankah istri dan anaknya justru menjadi sengsara nanpilu?! Jika dia meninggal dunia karenanya biidznillah, pilu semua keluarganyapun lebih besar dari itu. Ingatlah, ekonomi bisa dikejar manakala masa covid-19ini berlalu. Tapi nyawa tak bisa dikejar bila ia telah berlalu. Dia takberpikir, jika istri dan anaknya menjadi tertular biidznillah karena ulah dansikapnya yang tak mau tahu itu, bukankah dia terancam akan kehilangan orangyang dicinta dan dirindu?!

Bersabarlah wahaisaudaraku. Kemana pun kesulitan berada, pasti kemudahan akan memburunya danakan mengalahkannya selalu.

Saudaraku...

Masih adakah yangpunya qalbu? Abai dan lalai, hingga menjadi sebab hancurnya masa depan orangyang dicinta dan dirindu.

Mungkin ada yangmenggerutu. Saya  selama ini beraktifitasbebas, toh sehat-sehat saja, tak ada gejala batuk, demam, dan yang semisal itu.Saya alhamdulillah aman selalu!

Jika demikian, tampaknya Andatermasuk orang yang belum tersapa ilmu, atau enggan menyapa ilmu. Tahukah Anda,tak sedikit orang tanpa gejala (OTG) yang ternyata positif Covid-19 tanpa diatahu. Fakta dan data pun mengungkap bahwa tidak sedikit dari orang tanpa gejala(OTG) yang menjadi sebab penularan virus corona kepada orang lain (carier),tanpa dia sadar dan tahu.

Saudaraku...

Masih adakah yangpunya qalbu?

Menyayangi diri, keluarga,saudara, tetangga, dan orang lain baik yang dia tahu maupun yang tak ditahu?!

Bila kita berkaca,tegakah kita menjadi sebab kesengsaraan bagi diri kita sendiri dan  orang-orang yang kita cintai nan kita rindu?!

Relakah kita menjadi biangkekacauan di lingkungan dan hunian tempat kita tinggal tanpa rasa malu?!

Teriring pesan suci Baginda Rasul untuk umatnyaagar bersikap bijak, tak melakukan perbuatan yang  membahakan dan tidak membalas perbuatan yangmembahayakan dengan yang seperti itu.

"Tidaklah boleh seseorangmelakukan perbuatan yang membahayakan, dan tidak boleh pula membalas perbuatanyang membahayakan dengan yang seperti itu."(HR. Ibnu Majah danAd-Daraquthni)

Asy-Syaikh Ibnu Utsaiminrahimahullah berkata, " Dharar dilakukan tanpa unsur kesengajaan,sedangkan Dhirar dilakukan dengan kesengajaan." (Lihat Syarh Al-ArbainAn-Nawawiyyah, hlm. 389)

Tentu, tak ada diantara kita insyaAllah yang menyengaja ingin tertular virus corona ataumenularkannya tanpa malu. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, penularanvirus corona tak pandang bulu. Sengaja atau tak sengaja, pejabat atau rakyatjelata, orang yang ditahu atau yang tak ditahu. Semuanya bisa tertular ataumenularkan setiap waktu.

Kata maaf, atau "sujudsahwi" dalam kasus ini tak berlaku. Maka dari itu, kita tak boleh abai danlalai, apalagi berlagak tahu padahal tak tahu alias sok tahu.

Saudaraku...

Betapa indahnya bilakita berposisi sebagai benteng  keluargadan orang-orang itu. Memperhatikan protokol yang telah diimbau. Berada di rumahsemaksimal yang dimampu. Physical Distancing (jaga jarak), memakai masker,CTPS, dan yang sejenis itu. Menanggalkan sikap ego dan melepaskan kungkunganhawa nafsu. Berpijak di atas bimbingan ilmu, baik ilmiah syari maupun ilmiahmedis selalu.

Saudaraku...

Itulah sketsa kehidupanyang harus kita dihadapi tanpa kenal jemu. Entah, sampai kapan ujian ini kanberlalu. Hanya Allah lah satu-satunya yang Mahatahu. Ampunan dan kasihsayang-Nya senantiasa kita rindu. Dengan mengembalikan kesehatan, keamanan, dankeselamatan ke bilik kehidupan yang kita jalani penuh liku. Semoga Allah RabbulAlamin mengenyahkan virus corona sesingkat waktu. Untuk kita bisa beraktifitassebagaimana dahulu. Shalat berjamaah di masjid yang lama dirindu. Bersua dengankeluarga dan ikhwah yang lama tak temu. Berbalut barakah ilahi yang dimohon dandiharapkan selalu.